Uraian Ilmiah

Bekatul dan Para Leluhur

Bekatul (rice bran) adalah kulit ari dari beras berwarna coklat  terletak antara sekam dan butir putih beras. Secara tradisional bekatul telah dimanfaatkan sebagai makanan tambahan misalnya berupa bubur (jenang) katul (bekatul), atau berupa lulur (bobok) beras untuk ibu ibu setelah melahirkan, tentu bekatul saat itu masih menempel pada beras sebelum ada penggilingan padi. Berbeda dengan sekarang pada beras tidak lagi terdapat bekatul karena proses penggilingan berulang.  Sebagaimana pengalaman empiris (tradisional) lain, para leluhur kita tidak menjelaskan alasan pemanfaatan bekatul tersebut.

bulir padi

bekatul

Bulir Padi (gabah)                                                                           Bekatul

 

Bukti Ilmiah

Secara perlahan, kecerdasan para leluhur tersebut terungkap melalui berbagai penelitian ilmiah internasional bahwa bekatul sangat berguna untuk kesehatan antara lain diulas oleh Henderson dkk, 2012, bekatul mengandung berbagai zat aktif antara lain: berbagai fitosterol misalnya: beta sitosterol, stigmasterol, kampesterol, gama orizanol, tokoferol, tokotrienol. Berbagai flavonoid seperti: quercetin, kaemferol, anthosianin,  berbagai karotinoid seperti: alfa karoten, betakaroten, lutein, dan likopen.  Bekatul juga mengandung: pektin, arabinoksilan, lignin, dan betagluca. Mikronutrien seperti: kalsium, magnesium, vitamin B; dan asam amino esensial juga terdapat dalam bekatul.  Karena keterbatasan kami, hanya beberapa manfaat dari beberapa zat aktif dalam bekatul tersebut yang akan kami uraikan dan kami awali dengan manfaat bekatul utuh (intake rice bran).

 

Uji Klinik Bekatul Utuh (intake rice bran

Diabetes, Cheng dkk, 2010 melakukan uji klinik bekatul terhadap penderita diabetes. Sebanyak 28 pendetrita diabetes tipe 2 dibagi menjadi dua grup. Grup satu diberi suplemen bekatul 20 gram sehari selama 12 minggu, grup dua tidak diberi suplemen bekatul sebagai control (placebo). Hasilnya, kadar gula darah, dan HBA1c turun signifikan dibanding control, dan kadar adeponektin meningkat.  HBA1c (glycated haemoglobin A1c) adalah parameter untuk menunjukkan rata-rata kadar gula darah sejak tiga bulan yang lalu. Kadar adeponektin umumnya rendah pada penderita diabetes, adeponektin berfungsi meningkatkan sensitiftas atau efektifitas kerja insulin.

Menurunkan kadar kolesterol, Takakori, dkk, 2004 melakukan penelitian melibatkan 60 pasien diabet tipe 2,  diberikan 10 gram bekatul 2 x sehari selama 30 hari, hasilnya disamping secara signifikan kadar gula darah turun, kolesterol turun,  trigliserida turun, HDL (high density lipoprotein) atau lemak baik naik dan LDL (low density lipoprotein) atau lemak jahat turun.      Hal serupa dilakukan oleh Hongu dkk, 2014, bekatul sebagai suplemen diberikan diberikan pada 24 orang kegemukan (overweight) dan obesitas, selama 8 minggu, hasilnya berat badan turun tetapi tidak signifikan, sedangkan kolesterol total dan LDL turun secara signifikan.

Mencegah Batu Ginjal kambuh, dalam penelitian, Ebisuno dkk, 1986, bekatul dapat mencegah kambuhnya batu ginjal, dan menurunkan kadar kalsium dalam urin pada kasus (hypercalciuria). Penelitian tersebut dilanjutkan olehnya sampai 1991, pasien konsumsi bekatul lebih dari 3 tahun rata rata 5 tahun. Data ini mengindikasikan bahwa minum bekatul aman untuk ginjal.

 

Uji Coba pada Binatang

Radiasi ultra violet, konsumsi bekatul pada tikus selama 16 minggu dapat mengurangi radiasi sinar ultra violet B (UVB) sehingga mencegah kulit berkerut dan kelembaban epidermis terjaga (Ha dkk,2018).

 

Beberapa Zat Aktif dalam Bekatul

Selain  bekatul dalam bentuk utuh yang telah dimanfaatkan untuk obat,  bekatul mengandung minyak dan  banyak  zat aktif yang  dan telah dimurnikan antara lain:

Beta Sitosterol

Beta sitosterol masuk golongan steroid tanaman (fitosterol) mempunyai struktur mirip dengan kolesterol, yang ringkasan manfaatnya ada pada gambar  dibawah ini:

manfaat bekatul

Manfaat Beta Sitostero lhttps://www.xtend-life.com/blogs/supplement-ingredients/beta-sitosterol

 

Pembengkakan Prostat (benign prostatic hyperplasia/BPH), BPH adalah membesarnya kelenjar prostat sehingga mendesak saluran kemih (uretra) hingga menyempit, mengakibatkan tidak lancar ketika berkemih dan harus mengejan. Bahkan kadang prostat yang membengkak mendesak kandung kemih, menyebabkan kandung kemih mengecil dan menjadi sering berkemih.

 

pembengkakan prostat

pembengkakan prostat

 

Karena pembengkakan prostat disebabkan oleh aktifitas enzim alfa 5 reduktase yang merubah hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron dan dihidrotestosteron inilah yang menyebabkan prostat membengkak, maka sering obat untuk BPH adalah yang bekerjanya menghambat enzim alfa 5 reduktase tersebut, misalnya finasteride. Beta sitosterol yang terkandung dalam bekatul bekerjanya seperti finasteride, tanpa ada efek samping seperti finasteride.

Menurunkan Kadar Kolesterol, kolesterol disamping dibutuhkan oleh tubuh terutama untuk menyususun dinding sel, juga berguna untuk pembentukan hormon. Namun ketika jumlah kolesterol berlebih maka akan beresiko mengganggu kelancaran aliran darah bahkan bisa terjadi penyumbatan akibat kolesterol menumpuk dan mengeras dalam pembuluh darah (plaque). Beta sitosterol dapat menurunkan kadar kolesterol  dengan menghambat penyerapan kolesterol

kolesterol dinding sel

kolesterol penyumbatan darah

A: Kolesterol pada dinding sel.           B: Kolesterol berlebih menghambat aliran darah

 

Gama Orizanol

Gama orizanol  menurunkan kolesterol, seperti halnya beta sitosterol gama orizanol juga memiliki khasiat menurunkan kadar  kolestrol dalam darah. Dikatakan oleh  Berger dkk, 2005, yang melalukan uji klinik  dengan sampel sebanyak   30 orang  umur 38 -64 tahun dengan kolesterol tinggi, setelah  mengkonsumsi  minyak bekatul (rice bran oil)  mengandung gama orizanol selama 4 minggu kadar kolesterolnya turun.

Gama orizanol menghambat obesitas, dua  kelompok 1, tikus diberi makan makanan tinggi lemak dan tinggi gula ditambah gama orizanol,  dan kelompok 2 diberi makan makanan tinggi lemak dan tinggi gula tanpa gama orizanol. Setelah 20 minggu, tikus kelompok 2, yang diberi makan tanpa gama orizanol lebih gemuk dibanding kelompok 1. Francisqueti dkk, 2017

Gama orizanol menghambat pertumbuhan sel tumor,  percobaan pada mencit (mice) oleh Kim dkk, 2012. Mencit yang telah diinokulasi dengan sel kanker usus (CT-26), diberi konsumsi dengan dicampur gama orizanol, setelah 20 minggu, hasilnya pertumbuhan sel tumor pada mencit tersebut lebih rendah dibanding kontrol.

Review sangat bagus tentang manfaat bekatul oleh Henderson dkk, 2012. Review ini mengulas  bekatul dan zat zat terkandung  didalamnya yang dapat mencegah kanker . Berikut cuplikan gambar dari review tersebut:

manfaat bekatul secara lengkap

 

Flavonoid

Lebih dari 5000 macam flavonoid telah diidentifikasi dari berbagai tanaman termasuk dari bekatul, dan banyak diantaranya berkhasiat sebagai obat antara lain sebagai anti oksidan, anti virus, menurunkan tekanan darah tinggi, anti inflamasi, mengurangi resiko sakit jantung, anti obesitas dan diabetes.

berbagai manfaat bekatul

Gambar golongan  flavonoid untuk obat obesitas dan diabetes.

 

Mikrobiota/Mikrobiom

Mikrobiota, atau kadang disebut mikrobiom, adalah sekumpulan mikroba baik di dalam maupun di luar tubuh, terutama di dalam lambung, bisa berupa: bakteri, archea, protista, jamur dan virus. Ilmuan sepakat total mikrobiota lebih banyak dari total sel manusia, dan berperan sangat penting pada kesehatan manusia. Komposisi dan keragaman mikrobiota sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Semakin tinggi tingkat keragaman mikrobiota semakin baik bagi kesehatan.

mikrobiota di dalam tubuh

Mikrobiota di dalam lambung

Mikrobiota di dalam dan di luar tubuh.           Mikrobiota di dalam lambung.

 

Hipotesa berhubungan dengan mikrobiota  yang dikenal dengan “Hygiene Hypothesis”  oleh Profesor David Strachan yang menduga  bahwa orang yang kehidupannya sangat bersih akan mudah diserang penyakit terutama alergi.  Penjelasan dari hipotesa tersebut adalah, naluri anak senang main becek dan kotor itu baik untuk latihan bagi sistem imun anak  tersebut. Hipotesa tersebut diperjelas lagi pada majalah Nature 2011 berjudul When allergies go west  (ketika alergi menyerang negara maju) seperti gambar dibawah ini.

 

infografis asma di seluruh dunia

 

Tertera pada gambar tersebut diatas, warna merah adalah negara dengan prevalensi alergi paling tinggi, dan itu ada pada negara maju seperi Amerika dan Australia.

Sedemikian penting  peran mikrobiota pada bidang kesehatan sampai dikatakan bahwa mikrobiata disebut  “organ terlupakan”, dan karena sebagian besar mikrobiota tersebut  ada dalam lambung , dikatakan juga “lambung sebagai otak kedua”.

perut: organ yang terlupakan

perut, otak kedua manusia

Organ Terlupakan, mikrobiota yang seimbang (simbiosis) dapat mengatur sistem imun misalnya memproduksi IgA dan menghambat berkembangnya kuman patogen untuk mencegah infeksi, anti inflamasi, ikut berperan dalam metabolisme misalnya menghasilkan SCFA (short chain fatty acid), bahkan berpengaruh pada obesitas, sehingga mikrobiota seperti layaknya organ yang bekerja dalam organ.

Lambung Sebagai Otak Kedua, adanya syaraf vagus (vagus nerve) yang hanya menghubungkan otak dan lambung menunjukkan pentingnya lambung bagi otak. Hubungan tersebut bersifat timbal balik dari otak kelambung dan dari lambung ke otak seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar Syaraf Vagus

 Gambar hubungan timbal balik otak dengan lambung

 

Gambar Syaraf Vagus                         Gambar hubungan timbal balik otak dengan lambung

 

Salah satu bukti peran penting mikrobiota adalah disetujuinya pengobatan transplantasi feses dari donor yang sehat ke pasien /fecal microbiota transplantation (FMT) oleh badan pengawas obat dan makanan Amerika / Food and Drug Administration (FDA) walau sampai 2016 baru hanya untuk kasus infeksi  Clostridium dificile (CDI).  FMT juga dipakai untuk indikasi: gangguan pencernaan, sindrom metabolisme dan obesitas seperti gambar dibawah ini.

 

Gambar: FMT, donor feses diambil dari orang sehat umumnya yang tingkat keragamannya tinggi.

Gambar: FMT, donor feses diambil dari orang sehat umumnya yang tingkat keragamannya tinggi.

 

Bakteri Firmikutes dan bakteroidetes merupakan mikrobiota lambung yang  berpengaruh pada nilai indek masa tubuh / BMI (Body Mass Index). Dengan kata lain, keberadaan firmikutes dan bakteroidetes berpengaruh terhadap obesitas. Semakin sedikit firmikutes maka semakin kecil nilai BMI atau semakin kurus, dan semakin banyak firmikutes semakin besar nilai BMI atau semakin gemuk (obesitas). Sebaliknya, semakin banyak bakteroidetse semakin kecil nilai BMI, dan semakin sedikit bakteroidetes semakin besar nilai BMI atau jika rasio F/B (firmikutes/bakteroidetes) rendah, maka BMI juga rendah dan jika F/B tinggi maka BMI juga tinggi, seperti table dibawah ini.

 

Hubungan antara BMI dengan rasio F/B (firmikutes/bakteroidetes)

BMI                             <18.5               18.5-24.9         25-29.9            ≥30                  P

Actinobacteria             5 (3–6)             6 (4–9)             6 (3.5–8)          6 (4–11)           .707

Firmicutes                   35 (22–37)       32 (29–43)       48 (33–56)       52 (36–56)       .010

Bacteroidetes              47 (35–54)       42 (34–46)       38 (29–47)       33 (25–38)       .016

F/B                               0.7 (0.6–0.7)    0.8 (0.7–1.0)    1.3 (0.7–2.0)    1.6 (1.1–2.2)    .005

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5440985/ 2017

 

Penelitian oleh Winnie dkk, 2018, pada orang dewasa sehat diberi bekatul 20 gram 2 kali sehari, selama 28 hari, merek A dan merek B. Sebelum pemberian bekatul (hari ke 0)  dan sesudah pemberian bekatul (hari ke 28) feses diperiksa untuk melihat populasi bakteri bacteroidetes dan firmikutes.  Hasilnya, populasi  bakteroidetes meningkat setelah pemberian bekatul, sedangkan firmicutes menurun. Lihat gambar dibawah ini.

 

Gambar: bakteri bakteroidetes meningkat setelah pemberian bekatul, sedangkan firmikutes menurun

Gambar: bakteri bakteroidetes meningkat setelah pemberian bekatul, sedangkan firmikutes menurun

 

Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa pemberian bekatul dapat meningkatkan populasi bakteri bakteroidetes dan menurunkan populasi firmikutes sehingga dapat mengurangi obesitas. Artinya konsumsi bekatul dapat mengurangi obesitas.

 

Klik halaman ini untuk menghubungi kami untuk pemesanan bekatul atau info lebih lanjut.